Penunjukan PT Imedco Djaja sebagai Distributor Tunggal Produk QV oleh Ego Pharmaceutical Pte. Ltd.

Produk perawatan kulit semakin banyak diminati dan dibutuhkan oleh masyarakat  serta telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. PT Imedco Djaja menyadari kebutuhan tersebut, dan ingin menyediakan produk perawatan kulit dengan kualitas tinggi. Pada akhir tahun 2019, Ego Pharmaceutical membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan PT Imedco Djaja dalam melakukan importasi dan pemasaran produk perawatan kulit, dan Imedco menyambut baik kesempatan tersebut. Dan pada Februari 2020, PT Imedco Djaja ditunjuk sebagai distributor tunggal produk QV di Indonesia.

Ego Pharmaceutical Pte. Ltd. merupakan perusahaan spesialis perawatan kulit berbasis ilmiah no. 1 di Australia, berdiri sejak tahun 1953, . Selain Indonesia, Ego Pharmaceutical juga mengekspor produknya ke mancanegara yang tersebar di 12 negara, beberapa di antaranya Singapore, Hongkong, Iran, Timur Tengah, dan Inggris. Dengan komitmen Ego untuk mengedepankan kualitas, produk Ego menjadi dikenal masyarakat luas dan memberikan pengalaman yang baik dalam setiap pemakaian produk perawatan kulitnya.

Produk QV terdiri dari 2 varian utama yaitu QV Skincare dan QV Baby, dengan produk regimen yang terdiri dari wash hingga krim ataupun lotion dan krim ruam popok bayi. QV dikenal cocok untuk kulit yang sensitif dan menjadi solusi untuk melembabkan kulit yang sangat kering, kemerahan ataupun iritasi.

Imedco dan Ego bekerja sama dalam kegiatan pemasaran produk QV dimana Imedco melalui channel ethical dan Ego melalui channel OTC/modern trade. Mekanisme tersebut semakin memperluas jangkauan pemasaran produk QV hingga ke sebagian besar wilayah di Indonesia. Imedco dan Ego sudah menjalin kerja sama selama 1 tahun dan meskipun dalam masa pandemi, kolaborasi ini berhasil masuk dan diterima baik oleh pasar Indonesia. Kedua perusahaan memiliki harapan besar terhadap kerjasama ini untuk terus saling berupaya dan mendukung hingga tercapai tujuan bersama mengembangkan penggunaan produk yang sudah lebih dari 60 tahun ini agar produk QV bermanfaat tidak hanya bagi perusahaan, namun juga bagi penggunanya.

Hi-D® Pioneer in High Dosed Vitamin D
dalam Pedoman dan Protokol Tatalaksana Covid-19

Hi-D® (High Dosed Vitamin D) sebagai produk pelopor Vitamin D dosis tinggi di Indonesia dan salah satu produk kebanggaan PT. IMEDCO memiliki banyak keunggulan. Muncul sebagai Vitamin D dosis tinggi pertama teregistrasi di Indonesia, jauh sebelum pandemi Covid-19. Kami berjuang menghadirkannya di Indonesia berdasarkan kepedulian terhadap data global pandemik defisiensi Vitamin D, dasar literatur terkini, jaminan kualitas dan produk yang nyaman untuk pasien (tablet kunyah rasa choco vanilla). Saat ini, seiring dengan perkembangan kepustakaan yang ada bahwa Vitamin D terkait erat dengan imunitas dan Covid-19, Vitamin D 1000 IU dan 5000 IU yang tergolong obat dan secara khusus berupa tablet kunyah telah masuk kedalam Pedoman dan Protokol Tata Laksana pasien terkonfirmasi maupun tidak terkonfirmasi Covid-19 yang dikeluarkan oleh 5 perhimpunan dokter spesialis (PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI) dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Vitamin D3 ini digunakan di seluruh tahapan baik dari tanpa gejala hingga kritis.

Hi-D® Pioneer in High Dosed Vitamin D
dalam Continuing Medical Education

Hi-D sebagai salah satu produk kebanggaan IMEDCO konsisten dalam menjalankan komitmen diantaranya selalu menyajikan literatur terkini, berdiskusi dan bekerja sama dengan berbagai profesional kesehatan dan berbagai perhimpunan dalam bentuk webinar untuk meningkatkan awareness mengenai Vitamin D. Hi-D sebagai pionir vitamin D dosis tinggi sejak awal 2020 yaitu dengan mengangkat pembahasan menarik mengenai pandemik defisiensi Vitamin D di Indonesia, Vitamin D dan Covid-19, serta kebutuhan mendesak kecukupan Vitamin D dalam kaitannya dengan daya tahan tubuh, kesehatan sel menyeluruh dan mekanisme berbagai penyakit. Beberapa webinar mengenai Vitamin D yang telah terlaksana antara lain :

DUKUNGAN UNTUK TENAGA MEDIS INDONESIA

Sebagian besar negara di dunia mengalami pandemi global Covid-19, termasuk Indonesia dengan kasus positif yang semakin bertambah. Salah satu yang berdampak besar adalah semakin meningkatnya tugas dan peran para tenaga medis yang berjuang menjadi garda terdepan untuk memerangi kasus ini.

Oleh karena itu, sebagai wujud dukungan terhadap perjuangan para tenaga medis, IMEDCO melalui tim yang tersebar di seluruh Indonesia bergerak cepat untuk menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan donasi berupa APD (Alat Pelindung Diri) kepada seluruh Rumah Sakit di Indonesia. IMEDCO sangat mengapresiasi seluruh tenaga medis yang selama ini menjadi rekan untuk bersama sama meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. APD dipilih karena menjadi salah satu barang yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis setiap harinya dan menjadi cukup sulit didapat selama masa pandemi. Padahal keselamatan pasien yang menjadi tanggung jawab para tenaga medis, sebanding dengan resiko tinggi kesehatannya untuk terjangkit virus Covid-19.

Kegiatan yang sudah dimulai ini akan terus dijalankan selama pandemi berlanjut, sehingga setidaknya beban tugas tenaga medis menjadi sedikit berkurang sebagai tugas bersama dari semua pihak yang harus bahu membahu, saling bergandengan tangan bersama dan bersatu melawan Covid-19 ini.

Terimakasih Pahlawan Kami. 
Seluruh Tenaga Medis yang Berjuang untuk Rakyat Indonesia.
Doa dan Dukungan Kami Selalu Menyertai Ketulusan Hati Kalian.
Semoga cobaan ini segera berlalu.
Bersama Kita Pasti Bisa.

Imedco berkunjung ke TK

 

Imedco mendapat kehormatan dengan diundang oleh Jakarta Nanyang School (JNY) untuk berbagi kepada murid-murid TK mengenai bagaimana melakukan penelitian dan pembuatan obat. Acara tersebut dihadiri lebih dari 120 murid. Para murid yang berumur sekitar 5-6 tahun tersebut, sangat bersemangat untuk mendengar bagaimana obat itu dibuat. Acara dimulai dengan pengenalan berbagai profesi kesehatan dan proses yang terjadi dalam penemuan obat, kemudian dilanjutkan dengan ‘trial’ kecil bagaimana membuat sirup yang dapat diterima dan disukai anak-anak. Pada saat yang bersamaan mereka pun menerima paparan berbagai bentuk sediaan seperti tablet dan kapsul.

Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak dapat mengerti proses pembuatan obat dan memahami bahwa dalam membuat obat, kami sangat mempertimbangkan kenyamanan pasien sehingga obat-obat dapat diminum sesuai petunjuk aturan. Kami berharap agar anak-anak yang hadir dapat  lebih mudah meminum obat dikala mereka sakit dan juga semoga beberapa dari antara mereka dapat menjadi penerus profesi kesehatan di masa depan.

Imedco Djaja telah diresmikan kepala BPOM

_DSC0126

Pada tanggal 19 Desember 2016, Kepala Badan POM Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP yang diwakili oleh Plt Deputy 1 Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si., Apt. meresmikan operasional pabrik PT Imedco Djaja. Dalam sambutan tersebut, Ibu Kepala BPOM menyampaikan bahwa tantangan sekaligus kesempatan saat ini semakin besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, industri farmasi harus senantiasa memenuhi persyaratan CPOB terkini dan up to date dengan perkembangan yang ada. Keanggotaan BPOM dalam PIC/S juga memberikan benefit tersediri bagi perusahaan farmasi sehingga membuka peluang ekspor. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015, Industri farmasi merupakan salah satu industri andalan dan Imedco Djaja sebagai salah satu industri farmasi Pemilik Modal Dalam Negeri (PMDN) diharapkan mampu menghadapi tantangan regional dan global yang ada. Beliau sangat mengapresiasi pembentukan manajemen baru dan renovasi menyeluruh terhadap fasilitas pabrik.

Dalam peresmian tersebut, rombongan BPOM dan tamu-tamu memperoleh kesempatan melakukan kunjungan pabrik untuk dapat melihat standar operasional yang dilakukan di fasilitas baru tersebut. Melalui kunjungan tersebut, Imedco yang merupakan partner dari BPOM ingin menunjukan komitmen perusahaan untuk comply dengan peraturan yang ada dan menjawab tantangan regional dan global yang telah disampaikan sebelumnya.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh perwakilan dari kementerian kesehatan, serta mantan kepala BPOM Bapak Roy Sparringa dan Ibu Kustantinah. Suatu apreasiasi besar bagi Imedco untuk hadirnya tamu-tamu kehormatan. Kami harapkan melalui peresmian ini, kepercayaan dari seluruh stakeholders terhadap Imedco Djaja baru dapat meningkat.

Munas GP Farmasi Indonesia 2016

untitled-1

Pada tanggal 23-25 Oktober 2016, GP Farmasi Indonesia mengadakan Musyawarah Nasional ke-15 di Trans Luxury Hotel, Bandung dengan tema “Paradigma Baru dalam Proses Pengembangan Usaha Mewujudkan Kemandirian Usaha Farmasi Sesuai Nawa Cita”. Imedco hadir dalam Munas tersebut dengan diwakili Bapak Suryanto, Ibu Audrey Clarissa, dan Bapak Purwadi Dwijodarmanto.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa saat ini industri farmasi merupakan salah satu industri yang diprioritaskan oleh pemerintah sesuai nawa cita Presiden Jokowi, sehingga diharapkan perkembangannya akan lebih cepat dan signifikan. Selain itu dengan adanya BPJS, perusahaan-perusahaan farmasi harus siap untuk mendukung suksesnya program pemerintah, walaupun tentunya memiliki tantangan tersendiri dalam hal tender dan harga. Komisi Industri berharap bahwa seluruh industri farmasi bermain di level yang sama sehingga kualitas obat terjaga.

Pada munas ke-15 ini dilakukan pemilihan ketua Umum dan Bapak F Tirto Kusnadi terpilih sebagai ketua Umum GP Farmasi Indonesia yang baru untuk periode 2016-2021. Selamat bertugas untuk Pak Tirto dalam mengembangkan perusahaan-perusahaan farmasi di Indonesia baik bidang industri, distribusi, apotek dan toko obat.

Imedco Djaja telah menerima sertifikat CPOB

Berkat kerja keras dan kerja sama seluruh tim di IMEDCO pada bulan April 2016, Imedco Djaja telah menerima sertifikat CPOB dari BPOM untuk sediaan solid (tablet dan kapsul), liquid, dan semisolid. Sertifikat ini diperoleh setelah melalui audit dan proses perbaikan. Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPOM yang telah mendukung berjalannya audit dan proses perbaikan hingga akhirnya sertifikat ini dapat diterbitkan.

Sertifikat ini merupakan tahapan baru dari perjuangan IMEDCO untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan perkembangan dunia kesehatan di Indonesia. Kami berkomitmen menghasilkan produk-produk kesehatan berkualitas tinggi yang innovatif sehingga dapat memenuhi kebutuhan dokter, apoteker, dan para tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Imedco Djaja telah selesai di audit BPOM

Imedco Djaja telah menyelesaikan tahap renovasi total dan penambahan fasilitas yang dilakukan sejak Oktober 2014, pada bulan November 2015. Kini, Imedco tidak hanya memiliki fasilitas solid saja tetapi juga memiliki fasilitas liquid dan semisolid, yang disertai dengan fasilitas penunjang kritis seperti HVAC dan Purified Water System sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Fasilitas pendukung kritis ini sama pentingnya dengan seluruh fasilitas yang ada di dalam ruangan produksi, karena tanpa salah satu fasilitas tersebut maka tidak mungkin dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Diharapkan dengan fasilitas baru ini Imedco dapat mengikuti perkembangan yang ada di pasar baik dari segi regulasi maupun pemenuhan kebutuhan pasar.

Segera setelah diselesaikannya renovasi dan penambahan fasilitas tersebut maka perusahaan segera mengajukan permohonan audit sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Audit pun dilaksanakan pada akhir November 2015, dan saat ini kami sedang menunggu review hasil progress audit tersebut. Diharapkan sertifikat CPOB terbaru dapat diperoleh segera dan Imedco dapat mulai memberikan kontribusi bagi dunia kesehatan di Indonesia.