Imedco berkunjung ke TK

 

Imedco mendapat kehormatan dengan diundang oleh Jakarta Nanyang School (JNY) untuk berbagi kepada murid-murid TK mengenai bagaimana melakukan penelitian dan pembuatan obat. Acara tersebut dihadiri lebih dari 120 murid. Para murid yang berumur sekitar 5-6 tahun tersebut, sangat bersemangat untuk mendengar bagaimana obat itu dibuat. Acara dimulai dengan pengenalan berbagai profesi kesehatan dan proses yang terjadi dalam penemuan obat, kemudian dilanjutkan dengan ‘trial’ kecil bagaimana membuat sirup yang dapat diterima dan disukai anak-anak. Pada saat yang bersamaan mereka pun menerima paparan berbagai bentuk sediaan seperti tablet dan kapsul.

Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak dapat mengerti proses pembuatan obat dan memahami bahwa dalam membuat obat, kami sangat mempertimbangkan kenyamanan pasien sehingga obat-obat dapat diminum sesuai petunjuk aturan. Kami berharap agar anak-anak yang hadir dapat  lebih mudah meminum obat dikala mereka sakit dan juga semoga beberapa dari antara mereka dapat menjadi penerus profesi kesehatan di masa depan.

 

 

 

Imedco Djaja telah diresmikan kepala BPOM

_DSC0126

Pada tanggal 19 Desember 2016, Kepala Badan POM Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP yang diwakili oleh Plt Deputy 1 Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si., Apt. meresmikan operasional pabrik PT Imedco Djaja. Dalam sambutan tersebut, Ibu Kepala BPOM menyampaikan bahwa tantangan sekaligus kesempatan saat ini semakin besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, industri farmasi harus senantiasa memenuhi persyaratan CPOB terkini dan up to date dengan perkembangan yang ada. Keanggotaan BPOM dalam PIC/S juga memberikan benefit tersediri bagi perusahaan farmasi sehingga membuka peluang ekspor. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015, Industri farmasi merupakan salah satu industri andalan dan Imedco Djaja sebagai salah satu industri farmasi Pemilik Modal Dalam Negeri (PMDN) diharapkan mampu menghadapi tantangan regional dan global yang ada. Beliau sangat mengapresiasi pembentukan manajemen baru dan renovasi menyeluruh terhadap fasilitas pabrik.

Dalam peresmian tersebut, rombongan BPOM dan tamu-tamu memperoleh kesempatan melakukan kunjungan pabrik untuk dapat melihat standar operasional yang dilakukan di fasilitas baru tersebut. Melalui kunjungan tersebut, Imedco yang merupakan partner dari BPOM ingin menunjukan komitmen perusahaan untuk comply dengan peraturan yang ada dan menjawab tantangan regional dan global yang telah disampaikan sebelumnya.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh perwakilan dari kementerian kesehatan, serta mantan kepala BPOM Bapak Roy Sparringa dan Ibu Kustantinah. Suatu apreasiasi besar bagi Imedco untuk hadirnya tamu-tamu kehormatan. Kami harapkan melalui peresmian ini, kepercayaan dari seluruh stakeholders terhadap Imedco Djaja baru dapat meningkat.

 

WALK IN INTERVIEW
Medical Representative/ Supervisor

walk-in-interview-imedco-2017

Medical Representative :

  • Pria/Wanita
  • Usia Max 30 tahun
  • Pendidikan min. SLTA
  • Menyukai pekerjaan lapangan, suka berinteraksi dengan orang
  • Pengalaman marketing/sales min 1 tahun, terbuka untuk lulusan baru
  • Memiliki kendaraan sendiri dan SIM C

Sales Supervisor :

  • Pria/Wanita
  • Pendidikan min. SLTA
  • Menyukai pekerjaan lapangan, suka berinteraksi dengan orang
  • Pengalaman sebagai medical representative
  • Memiliki SIM A

 

 

 

Munas GP Farmasi Indonesia 2016

untitled-1

Pada tanggal 23-25 Oktober 2016, GP Farmasi Indonesia mengadakan Musyawarah Nasional ke-15 di Trans Luxury Hotel, Bandung dengan tema “Paradigma Baru dalam Proses Pengembangan Usaha Mewujudkan Kemandirian Usaha Farmasi Sesuai Nawa Cita”. Imedco hadir dalam Munas tersebut dengan diwakili Bapak Suryanto, Ibu Audrey Clarissa, dan Bapak Purwadi Dwijodarmanto.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa saat ini industri farmasi merupakan salah satu industri yang diprioritaskan oleh pemerintah sesuai nawa cita Presiden Jokowi, sehingga diharapkan perkembangannya akan lebih cepat dan signifikan. Selain itu dengan adanya BPJS, perusahaan-perusahaan farmasi harus siap untuk mendukung suksesnya program pemerintah, walaupun tentunya memiliki tantangan tersendiri dalam hal tender dan harga. Komisi Industri berharap bahwa seluruh industri farmasi bermain di level yang sama sehingga kualitas obat terjaga.

Pada munas ke-15 ini dilakukan pemilihan ketua Umum dan Bapak F Tirto Kusnadi terpilih sebagai ketua Umum GP Farmasi Indonesia yang baru untuk periode 2016-2021. Selamat bertugas untuk Pak Tirto dalam mengembangkan perusahaan-perusahaan farmasi di Indonesia baik bidang industri, distribusi, apotek dan toko obat.

 

Imedco Djaja telah menerima sertifikat CPOB

Berkat kerja keras dan kerja sama seluruh tim di IMEDCO pada bulan April 2016, Imedco Djaja telah menerima sertifikat CPOB dari BPOM untuk sediaan solid (tablet dan kapsul), liquid, dan semisolid. Sertifikat ini diperoleh setelah melalui audit dan proses perbaikan. Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPOM yang telah mendukung berjalannya audit dan proses perbaikan hingga akhirnya sertifikat ini dapat diterbitkan.

Sertifikat ini merupakan tahapan baru dari perjuangan IMEDCO untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan perkembangan dunia kesehatan di Indonesia. Kami berkomitmen menghasilkan produk-produk kesehatan berkualitas tinggi yang innovatif sehingga dapat memenuhi kebutuhan dokter, apoteker, dan para tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

 

Imedco Djaja telah selesai di audit BPOM

Imedco Djaja telah menyelesaikan tahap renovasi total dan penambahan fasilitas yang dilakukan sejak Oktober 2014, pada bulan November 2015. Kini, Imedco tidak hanya memiliki fasilitas solid saja tetapi juga memiliki fasilitas liquid dan semisolid, yang disertai dengan fasilitas penunjang kritis seperti HVAC dan Purified Water System sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Fasilitas pendukung kritis ini sama pentingnya dengan seluruh fasilitas yang ada di dalam ruangan produksi, karena tanpa salah satu fasilitas tersebut maka tidak mungkin dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Diharapkan dengan fasilitas baru ini Imedco dapat mengikuti perkembangan yang ada di pasar baik dari segi regulasi maupun pemenuhan kebutuhan pasar.

Segera setelah diselesaikannya renovasi dan penambahan fasilitas tersebut maka perusahaan segera mengajukan permohonan audit sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Audit pun dilaksanakan pada akhir November 2015, dan saat ini kami sedang menunggu review hasil progress audit tersebut. Diharapkan sertifikat CPOB terbaru dapat diperoleh segera dan Imedco dapat mulai memberikan kontribusi bagi dunia kesehatan di Indonesia.